Blog

31. Jul, 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Sebenarnya Rusia & Turki sudah di ambang penandatanganan kontrak pemasokan rudal antarbenua S-400.

Yang jadi kendala, sementara Moskow menginginkan pembayaran di muka, Ankara masih membujuk agar dapat membayar secara kredit.

Negosiasi itu telah memasuki tahap akhir.

Dengan menandatangai sejumlah kesepakatan, Turki akhirnya siap membeli senjata antipesawat buatan Rusia itu.

Namun demikian, seorang narasumber yg dekat dgn perundingan tersebut mengatakan masih ada beberapa masalah administratif & keuangan yg harus diselesaikan.

“Kami telah bernegosiasi & menandatangani kesepakatan pembelian S-400 dgn Rusia."

"Insya Allah kita akan melihat S-400 di negara kita,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdo─čan, akhir pekan lalu.

Namun Rusia belum memberikan komentar apa pun mengenai kesepakatan tersebut.

S-400 merupakan sistem rudal antipesawat jarak jauh terbaru milik Rusia.

Ia dapat menghancurkan pesawat, rudal jelajah, & rudal balistik musuh.

Rudal S-400 memiliki jangkauan sasaran hingga 250 km dgn ketinggian serangan target mencapai 30 km.

Kedua belah pihak telah menguraikan seluruh aspek teknis S-400 yg akan diekspor ke Turki, termasuk berapa banyak rudal, peluncur, & mesin pendukung yg akan dikirim.

Namun bagaimana Turki akan membayar senjata tersebut masih belum bisa dikonfirmasi.

Ankara berharap bisa melakukan pembelian S-400 secara kredit.

Media melaporkan, kontrak tersebut bernilai 2,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 33 triliun).

Masalah pembayaran terbukti menjadi batu sandungan.

Menteri Perindustrian & Perdagangan Rusia Denis Manturov bersikeras kesepakatan tersebut akan diselesaikan tanpa kredit.

Menurut Manturov, Turki mampu membayar di muka.

Baca Juga : Amerika Serius Takutkan Serangan Nuklir Korea Utara | Solid Gold

Bagaimana dgn NATO?

Turki adalah anggota Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO).

Membeli sistem pertahanan udara Rusia kemungkinan akan membuat anggota lainnya cemberut.

“Militer AS punya versi analog S-400 Rusia, yaitu sistem pertahanan udara Patriot."

"Sistem ini dikirim ke Korea Selatan untuk melindungi negara itu dari tetangganya di utara,” kata Vadim Kozulin, seorang profesor dari Akademi Ilmu Militer Rusia, kepada RBTH.

Menurut Kozulin, elite militer NATO mengklaim bahwa S-400 tidak mungkin beroperasi bersamaan atau diintegrasikan ke dlm sistem pertahanan udara aliansi.

“Hal serupa terjadi pada tahun '90-an ketika Rusia menjual 12 peluncur S-300 ke Yunani."

"Tak peduli apa kata elite-elite NATO, S-300 Yunani masih berfungsi baik & terbukti bisa diintegrasikan ke dlm sistem pertahanan udara aliansi,”kata dia.

(Prz - Solid Gold)

26. Jul, 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menyeru seluruh umat Islam untuk mengunjungi & melindungi Jerusalem, tempat di mana Masjid Al-Aqsa berdiri.

Seruan itu diungkapkan Erdogan Selasa (24/7) setelah pasukan Israel melakukan kekerasan & pemaksaan terhadap warga Palestina yg mengunjungi Jerusalem.

Menurut Erdogan, keselamatan Masjid Al Aqsa menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam dunia.

“Dari sini saya membuat panggilan untuk semua Muslim."

"Siapa pun yg memiliki kesempatan harus mengunjungi Jerusalem, menyelamatkan Masjid Al-Aqsa,” kata Erdogan di Ankara sebagaimana dikutip AF.

Erdogan Serukan Umat Islam Dunia Lindungi Jerusalem “Ayo, mari kita semua melindungi Jerusalem!”

Pernyataan Erdogan ini merujuk kepada pengamanan di situs suci yg oleh warga Muslim dikenal dgn nama Haram al-Sharif, & orang Yahudi menyebutnya sbg Bukit Kuil.

Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari situs suci Haram al-Sharif.

Tempat itu memang kerap menjadi lokasi bentrokan antara warga Palestina & polisi Israel, namun tembakan senjata api jarang terjadi di sana.

Situs Haram al-Sharif mencakup masjid Al-Aqsa & Dome of the Rock atau Kubah Shakhrah.

Dome of the Rock jika diartikan secara harfiah adalah “Kubah Batu”.

Bangunan itu adalah tempat suci umat Yahudi & Islam.

Selain itu, bangunan tersebut menjadi marka tanah utama yg terletak di tengah-tengah, di dlm tembok kompleks Haram al-Sharif.

Kompleks ini berada dlm tembok Kota Tua Jerusalem, sebelah timur.

Baca juga Artikel - artikel menarik kami lainnya di :

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

25. Jul, 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Seorang mahasiswi berusia 20 tahun didakwa melakukan pemerkosaan saat “berhubungan” dgn seorang anak laki-laki berusia 14 tahun di North Carolina, Amerika Serikat.

Perempuan muda tersebut dituntut setelah ibu dari anak laki-laki itu melaporkan dugaan hubungan gelap kedua orang itu kepada polisi.

Mahasiswi bernama Taylor Ashton Moseley itu bertemu dgn anak laki-laki tadi saat bekerja di sebuah bar di Surf City, setelah diperkenalkan oleh seorang sahabat.

Hubungan tidak senonoh itu dilaporkan terjadi pada Mei 2017, demikian menurut polisi negara bagian North Carolina, spt diberitakan The Independent, Senin (25/7/2017).

Setelah ibu si anak laki-laki melaporkan hubungan itu, Moseley didakwa melakukan perbuatan tidak senonoh dgn anak kecil atau perkosaan menurut undang-undang setempat.

Selain itu, Moseley didakwa melakukan hubungan seksual dgn seorang anak di bawah umur.

Moseley, mahasiswi di East Carolina University, ditahan di Penjara Daerah Pender & menunggu persidangan dgn uang jaminan sebesar 225.000 dollar atau Rp 3,2 miliar.

Menurut The Independent, kasus Moseley merupakan pelanggaran besar terbaru di negara bagian “Sabuk Alkitab” itu yg dituntut karena berhubungan dgn laki-laki di bawah umur.

Awal tahun ini di North Carolina, seorang guru berusia 25 tahun didakwa melakukan hubungan seksual dgn tiga muridnya yg masih remaja.

North Carolina adalah sebuah negara bagian yg konservatif secara sosial dgn tradisi keagamaan yg kuat.

Di sana, anak-anak berusia 16 tahun diizinkan untuk menikah atas izin orangtua & gadis berusia 14 tahun diperbolehkan untuk menikah jika kedapatan hamil akibat hubungan gelap.

Baca juga Artikel - artikel menarik kami lainnya di :<br />

Blogspot.com : https://ptsolidgoldberjangkapusat.blogspot.com/

Wordpress.com : https://ptsolidgoldberjangkapusat.wordpress.com/

Weebly.com : http://solidgoldpusat.weebly.com/

Blogdetik.com : http://solidgoldberjangkapusat.blogdetik.com/

Strikingly.com : http://ptsolidgoldberjangkapusat.strikingly.com/

Wixsite.com : https://ptsolidgoldpusat.wixsite.com/solidgold

Spruz.com : http://ptsolidgoldberjangkapusat.spruz.com/blog.htm

Bravesite.com : http://ptsolidgoldberjangkapusat.bravesites.com/blog

 

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

 

24. Feb, 2017

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Kebudayaan masyarakat Jawa Barat sangat lekat dgn sosok harimau atau dalam bahasa Sunda disebut maung.

Nah, salah satu mitos yg masih melekat pada kebudayaan masyarakat Jawa Barat adalah Maung Panjalu.

Berdasarkan Babad Panjalu, seorang putri Kerajaan Padjadjaran bernama Dewi Sucilarang dipinang oleh seorang pangeran dari Majapahit bernama Gajah Wulung.

Setelah menikah, sang putri diboyong ke Majapahit.

Namun putri Kerajaan Padjadjaran tidak terlalu betah tinggal di Majapahit.

Oleh karena itu, ketika sedang mengandung & mendekati usia melahirkan, dia meminta izin supaya melahirkan di Tanah Sunda.

Meski berat hati, Pangeran Gajah Wulung mengizinkan permintaan Sang Istri.

Maka diperintahkanlah sepasukan untuk mengantar Dewi Sucilarang ke Padjadjaran.

Ketika menjalani perjalanan yg sangat panjang, rombongan kerap berhenti untuk beristirahat.

Peristirahatan salah satunya dilakukan ketika memasuki kawasan hutan Panumbangan yg pada saat itu masuk wilayah Kerajaan Panjalu.

Kemudian iring-iringan memutuskan untuk mendirikan tenda.

Tak diduga, di tempat tersebut sang putri melahirkan sepasang anak kembar, laki-laki & perempuan.

Meski dalam keadaan darurat, kedua bayi dapat dilahirkan dgn selamat.

Anak laki-laki dinamakan Bongbang Larang & perempuan dinamakan Bongbang Kancana.

Selesai persalinan, ari-ari kedua bayi dimasukan ke dalam sebuah wadah yg dibuat dari tanah liat & diletakan di atas sebuah batu besar.

Beberapa hari kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan hingga sampai di Keraton Padjadjaran.

Kedua anak kembar tersebut kemudian tumbuh di Keraton Padjadjaran.

Dua anak tersebut sangat disayangi Prabu Siliwangi yg saat itu menjadi Raja Padjadjaran.

Meski sang kakek sangat menyayangi dua anak tersebut, namun ketika beranjak remaja si kembar ingin bertemu dgn sang ayah di Majapahit.

Karena usia mereka yg masih kecil, sang kakek, Prabu Siliwangi tidak mengizinkan keduanya untuk pergi.

Menunggu hingga usia mereka dewasa.

Baca Juga : Fitur Canggih Diluncurkan Google Buat Perangi Hoax | SOLID GOLD

Namun rasa penasaran terus mengganggu pikiran kedua remaja tersebut.

Akhirnya keduanya sepakat untuk pergi dgn diam-diam.

Pada suatu waktu, kakak beradik tersebut berangkat & meninggalkan Keraton Padjadjaran menuju ke arah timur.

Setelah menempuh perjalanan yg cukup jauh, mereka tiba di sebuah hutan belantara di kaki Gunung Sawal.

Karena merasa lelah & haus, di tempat tersebut keduanya berhenti untuk beristirahat.

Ketika mencari sumber air, kedua remaja tersebut menemukan sebuah wadah dari tanah liat di atas sebuah batu besar.

Ternyata benda tersebut tempat menyimpan ari-ari mereka ketika lahir dulu.

Melihat wadah dari tanah liat berisi air tersebut, Bongbang Larang yg sangat kehausan langsung meminumnya.

Ketika wadah itu didekatkan ke mulut Bongbang Larang terjadi sebuah keajaiban.

Wadah dari tanah liat yg disebut pendil tersebut, tiba-tiba membesar & mencaplok kepala Bongbang Larang sehingga tidak bisa dilepas.

Kebingungan dgn apa yg terjadi, Bongbang Kancana kemudian menuntun sang kakak untuk mencari pertolongan.

Mereka berjalan terus ke arah timur sehingga bertemu seorang kakek bernama Aki Ganjar.

Oleh kakek tersebut keduanya disarankan untuk menemuni seseorang sakti yg tinggal di utara.

Orang tersebut bernama Aki Garahang.

Dia merupakan seorang pendeta hindu bergelar Pandita Gunawisesa Wiku Trenggana.

Aki Garahang, memecahkan pendil tersebut dgn sebuah kujang sehingga terbelah menjadi dua.

Konon kujang tersebut sampai kini masih tersimpan di Pasucian Bumi Alit.

Keajaiban kembali terjadi.

Pendil yg terbelah dua itu kemudian membentuk sebuah selokan & kulah (kolam).

Selokan tersebut selanjutnya dinamakan Cipangbuangan, sedangkan kolamnya dinamakan Pangbuangan.

Baca Juga : Nikita Mirzani Selfie Bareng Maria Ozawa | SOLID GOLD

Sebagai ungkapan terima kasih, kedua remaja kembar itu pun memutuskan untuk mengabdi di padepokan Aki Garahang sebelum melanjutkan perjalanan ke Majapahit.

Suatu hari Aki Garahang hendak bepergian untuk sebuah keperluan.

Untuk itu ia menitipkan padepokannya kepada Bongbang Larang & Bongbang Kancana.

Sebelum pergi Aki Garahang berpesan agar kedua remaja tersebut tidak mendekati kulah (kolam mata air) Pangbuangan, yg letaknya tidak jauh dari padepokan tersebut.

Namun larangan itu tak diindahkan oleh kedua remaja tersebut.

Sepeninggal Aki Garahang, keduanya tak bisa menahan diri untuk mendatangi kulah terlarang itu.

Kulah Pangbuangan ternyata sangat indah & berair jernih.

Di dalamnya dipenuhi ikan berwarna-warni.

Melihatnya, Bongbang Larang tak sabar untuk segera saja menceburkan diri ke dalam kulah itu sementara sang adik hanya membasuh kedua tangan & wajah sambil merendamkan kedua kakinya.

Betapa terkejut keduanya kemudian.

Saat Bongbang Larang naik ke darat, wajah & seluruh tubuhnya telah ditumbuhi bulu lebat spt seekor harimau.

Demikian jg dgn Bongbang Kancana. Ketika melihat tubuhnya di permukaan air, wajahnya telah berubah, sehingga tak sadar menceburkan diri ke dalam kulah.

Kakak beradik itu, berubah menjadi dua ekor harimau kembar, jantan & betina.

Ketika Aki Garahang pulang mendapati dua ekor harimau di padepokannya.

Dia pun sangat terkejut.

Hampir saja kedua harimau itu dibunuhnya karena dikira telah memangsa Bongbang Larang & Bongbang Kancana.

Namun kemudian ia segera paham dgn apa yg terjadi.

Aki Garahang tidak bisa berbuat apa-apa.

Aki Garahang kemudian menasihati keduanya & berpesan agar mereka tidak mengganggu orang Panjalu beserta hewan peliharaannya.

Bila melanggar, mereka akan mendapat kutukan darinya.

Baca Juga : Sembah Roh Halus, Orang Tua Terlantarkan Lima Anaknya | SOLID GOLD

Kedua anak harimau itu kemudian berjalan tidak tentu arah hingga sampai di Cipanjalu, yg merupakan kebun milik Keraton Panjalu yg ditanami aneka sayuran & buah-buahan.

Di bagian hilirnya terdapat pancuran tempat pemandian keluarga kerajaan.

Ketika sedang berjalan di kebun tersebut, kaki mereka tak sengaja terjerat oleh sulur oyong--sayuran sejenis terong-terongan--sehingga jatuh ke dalam saluran air.

Aliran air ke pemandian di bagian hilir tersumbat oleh tubuh mereka.

Keesokan harinya, Prabu Sanghyang Cakradewa terheran-heran ketika melihat pancuran di pemandiannya tidak mengeluarkan air.

Ketika diperiksa, dia sangat terkejut melihat ada dua harimau kecil yg menyumbat saluran air.

Hampir saja kedua harimau itu dibunuh oleh Sang Prabu karena khawatir membahayakan masyarakat.

Namun setelah mengetahui bahwa keduanya adalah jelmaan putera-puteri Kerajaan Padjadjaran, sang Prabu menjadi iba.

Ia pun kemudian menyelamatkan keduanya dari himpitan saluran air.

Sebagai tanda terima kasih, kedua harimau itu bersumpah di hadapan Sang Prabu untuk tidak mengganggu orang Panjalu & keturunannya.

Bahkan bila diperlukan mereka bersedia datang menolong & melindungi orang Panjalu yg berada dalam kesulitan.

Namun terdapat kekecualian.

Perlindungan tidak akan diberikan kepada mereka yg meminum air dgn cara menenggak langsung dari tempat air minum spt teko, ceret, & sebagainya.

Pertolongan itu jg tidak berlaku bagi orang yg menanam atau memakan paria, oyong, serta yg membuat gawul atau saluran air tertutup.

Orang-orang spt itu, berhak menjadi mangsa harimau jejadian tersebut.

Selanjutnya, kedua harimau kembar itu melanjutkan perjalanan hingga tiba di Keraton Majapahit di mana sang ayah ternyata telah bertahta sbg raja.

Sang Prabu sangat terharu dgn kisah perjalanan kedua putera-puteri kembarnya.

Dia kemudian memerintahkan Bongbang Larang untuk menjadi penjaga di Keraton Pajajaran, sedangkan Bongbang Kancana diberi tugas untuk menjaga Keraton Majapahit.

Pada waktu-waktu tertentu kedua saudara kembar ini diperkenankan untuk saling menjenguk.

Menurut kepercayaan masyarakat Panjalu zaman dahulu, kedua harimau itu akan berkeliaran untuk saling menjenguk pada setiap Maulud.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)